PERI
KASIH DI KERAJAAN SUN YELLOW
I
Tangis
Kebahagiaan
Embun
pagi menyelimuti dedaunan dan pepohonan, sunrise mulai muncul dari
persembunyiaannya serta kicau burung-burung bernyanyi dikala fajar menjelang.
Suasana ini merupakan suasana kedamaian, keindahan dan ketenangan jiwa. Ini
pertanda akan mulai nya hari untuk beraktivitas. Memikirkan perencanaan awal yang akan dilaksanakan
selanjutnya, memulai dengan rasa senang di jiwa. Tak terkecuali Peri Kasih. Seperti
biasannya, sebelum Peri Kasih berkerja di kerajaan Sun Yellow. Peri Kasih tak
lupa dari peran nya sebagai seorang ibu dari anaknya. Ia melakukan pekerjaan
rumah selayaknya seorang ibu. Mulai dari menyapu, mengepel lantai, hingga
mengelap kaca. Bagi seorang Peri seperti Peri Kasih pekerjaan ini tidak lah
sulit selama ia mempunyai alat-alat ajaib yang mempermudah pekerjaannya.
After the work at home has finished, it is
time for the Fairy Kasih to carry out his second duties in the Sun Yellow
Kingdom. The kingdom of Sun Yellow was led by the king named Zaker, King Zaker
was known for his firm figure, generous and kind. So often elves feel happy
working in the kingdom. Sun Yellow Kingdom is a fairy that works according to
the skills of each fairy. In the eyes of the other Elves, the Fairy Kasih were known for her diligent, kind and kind
manner. So often other Fairies like to be friends with her.
“
Peri Kasih, walaupun usia sudah tidak muda lagi, tetapi ia sangat rajin dan
cekatan” puji Peri Clauria Koki Kerajaan. “ Iya, kamu benar sekali Peri
Clauria. Semanagat nya mengalakan peri-peri muda di kerajaan ini”. Sahut Peri
Teryy kepada Peri Clauria. Ungkapan
kagum Peri-Peri Koki di kerajaan. “Aku
tak habis pikir terhadap semagat Peri Kasih, seharus nya diusia senja nya ini
ia dapat bersantai dan menikmati hidup, tanpa harus bersusah payah seperti ini”.
Gumam Peri Clauria sambal meracik bumbu masakan yang akan diolahnya. “ Hmmm….
Beberapa infomasi yang kudengar dari Peri-Peri lain, kabarnya ia semagat
seperti itu semenjak ia kehilangan suaminya beberapa tahun silam. Jika ia tidak
bekerja, ia tidak akan dapat memenuhi kebetuhannya.” Sahut Peri Terry sembaring
mencuci piring dan gelas yang kotor di dapur kerajaan.
So good was the figure of the
Fairy Kasih that some Sun Buddhist residents were happy with her. The darkening
day of the harbinger for the whole of the Royal Fairy was over. But, not for
the Pixie Cousin he still had to complete some of his duties. He had to clean
up some rooms in the kingdom and throw garbage before he returned home.
Upon
arriving home, the feeling of longing enveloped the little heart of the Pixie of
Love, the tears of unspoken longing of the mouth of the Pixie of Love. Only a
prayer he can convey to God. The silence and longing for the companion of life
can not touch and he felt again. Memory only as a reminder as well as a bidder
from the taste of the missing.
“
Oh Tuhan, ku cinta dia, jaga lah ia disisi mu Tuhan”. Bisikan do’a di hati Peri
Kasih kepada Tuhan. Tak banyak yang tahu perasaan Perih Kasih sebenarnya.
Menyimpan kesedihan di balik senyum nya yang tersirat.“ Ibu, apakah yang
mengganggu pikiran mu? Apakah ibu sedang
sakit?” Tanya peri kecilnya kepada sang bunda sambil menatap wajah ibunda tercinta. “ ibu tidak
sakit sayang, ibu baik-baik saja.” Sahut
sang ibu sambi tersenyum kepada peri kecilnya. “ Jika ibu baik, kenapa ibu
menangis? Apakah ada yang menyakiti ibu di kerajaan? Jika ia tunjukkan kepada
ku ibu, aku akan membuatnya menyesal karena telah membuat ibu menangis.” Ucap
sang anak yang penasaran dan hampir terbawa emosi. “ Tidak sayang, tidak ada
yang menyakiti ibu. Ibu menangis karena ibu bahagia memiliki peri kecil yang
hebat seperti mu. Ini ungkapan bahagia ibu kepada Tuhan. Tidak selamanya
ungkapan bahagia harus kita tampakkan dengan tertawa, tetapi menangis juga
dapat kita ungkapan sebagai rasa bahagia kita sayang”. Sahut sang ibu sambil
memeluk erat peri kecil tercintannya. Kegelapan semakin kian terasa. Waktu nya
bagi Peri Kasih untuk istirahat memulihkan kondisi nya untuk beraktivitas ke
esokkan harinya.
***
Bukan
nyayian burung atau pun sunrise yang membangunkan tidur Peri Kasih, tetapi ada
suatu hal yang membangunkan Peri Kasih. Ini adalah aroma masakan yang lezat
berasal dari dapur Peri Kasih. Perlahan tapi pasti Peri Kasih menuju dapur dan
mengintip di balik pintu dapur untuk memastikakn apa yang sedang terjadi. Peri
Kasih terkejut bukan kepalang melihat peri kecil nya sedang memasak Soup Labu
kesukaan Peri Kasih. Peri kecil tidak menyadari kehadiran ibundanya di balik
pintu dapur. Ia memokuskan perhatiaan pada masakan yang sedang ia buat saat
itu. Ini ia lakukan agar setiap bahan dan bumbu dapat tercapur dengan merata sehingga
saat di santap akan menghasilkan rasa masakan yang dapat menggoyang lidah.
“
Hai, Sayang apa yang sedang kamu lakukan?”. Sapa ibunda kepada peri
kecilnya. “ibuuu… akkkkk akkuu sedang
memasak Soup Labu kesukaan ibu.” Sahut sang anak sedikit terkejut atas sapaan
sang ibunda. “wah,, peri kecil ibu memamg pandai sekali memasak, ini lah yang
membuat ibu bahagia. Perhatian dan kasih sayang kamu lebih dari segalahnya di
dunia peri ini sayang.” Puji sang ibunda sambal mengelus kepala peri kecilnya.
“ ibu,,, juga sangat berharga dari segalanya, tanpa ibu aku tidak akan menjadi
seperti ini bu. Kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan ibu selam ini tidak
dapat aku balas dengan segunung emas dan permata, Ibu adalah segalahnya Aku
sayang ibu “. Ucap peri kecil memeluk erat ibunda nya.
Memandang
sekeliling ruangan tata ruangan berbeda suasannya. Ini semua dilakukan peri kecil untuk memberikan kejutan
kecil kepada sang ibunda. Hanya ini yang dapat ia lakukan, untuk membuat ibunda
nya merasa bahagia. Bagi Peri Kasih menciptakan suasa bahagia tidaklah harus
sulit atau mahal, cukup dengan kesederhanaan dan saling perhatian adalah kunci
utama menciptakan kebahagian.
***
Sang
Raksasa langit sudah mulai menampakan diri nya. Tiba waktunya bagi Peri Kasih
berangkat menuju Seutai Harapan yaitu Kerajaan Sun Yellow. Terbang menyusuri
hutan menembus awan dan menerpa angin menjadi keharusan bagi Peri Kasih untuk
dapat sampai di Kerajaan Sun Yellow. Terkadang ada kesulitan yang di alami Peri
Kasih, Karena alam tak dapat bicara tapi alam dapat memberi pertanda. Tak
jarang Peri Kasih mengalami hambatan saat dalam perjalanan menuju Kerajaan,
walaupun demikian ia tetap tak patah semangat melewati hambatan tersebut.
Anggap nya hal ini harus memang kita nikmati baik itu dalam keadaan terpuruk
sekali pun. Agar kita tidak manja pada keadaan yang terjadi.
Di
kerajaan sudah tampak beberapa Peri sudah melakukan tugasnya. Tugas awal Peri
Kasih menyapu halaman kerajaan dengan bantuan sapu ajaib semua dedaunan kering
dan rating sudah tersapu dalam beberapa detik saja. Tugas kedua menanti Peri
Kasih mengumpulkan sampah di setiap ruangan kerajaan. Tak butuh waktu lama
semau pekerjaan dapat terselesaikan oleh Peri Kasih. Walaupun Peri Kasih
memiliki semua alat ajaib bukan berati ia mengandalkan seluruhnya kepada
alat-alat ajaibnya.
Walaupun
Peri Kasih sering melakukan tugas nya, tak banyak yang peduli dengan nya.
Bahkan beberapa peri-peri sering bersikap acuuh tak acuh padanya. Menganggap
bahwa Peri Kasih hanaya bagian kecil, tidak terlalau di pentingkan. Padahal,
tanpa Peri Kasih sudah pasti Kerajaan akan tampak kotor dan kumuh. “ Hai, Peri
Kasih, ada kotoran cicak di atas meja saya. Kenapa kamu tidak membersihkannya?.
Jika kamu masih ingin bekerja disini, laksanakanlah tugas mu yang benar!”. Ketus
Puteri Andien.. Dengan wajah pucat dan badan sedikit gemetar, peri kasih menghampi
dan segera membersikan kotoran tersebut. “Maaf kan saya Puteri Andien, saya
tidak bermaksud melalaikan tugas saya, mungkin saja saat saya mengerjakan tugas
yang lain, kotoran ini tiba-tiba jatuh, tanpa sepengetahuan saya.” Sahut peri
Kasih memberi sambil membersikan kotoran tersebut. “ Wahai Peri Kasih, perlu
kamu tahu saya tidak suka terhadap orang yang berkata dusta.” Ketus Puteri
Andien terhadap Peri Kasih. Dengan senyuman ikhlas Peri Kasih berkata lembut
kepada Puteri Andien. “Sungguh Puteri, saya tidak berkata dusta. Mohon maafkan
saya atas kejadian ini”. “ Baiklah, kali ini saya memaafkan mu, tetapi jika ini
terjadi lagi, saya akan melaporkan kepada Raja Zaker.” Ancam Puteri Andien
kepada Peri Kasih. “Terimakasih Puteri, atas kebaikan hati Puteri kepada saya.”
Sahut Peri Kasih dengan wajah yang sedikit cemas akan ancaman tersebut.
Rasa
sedih mengiris hati, rasa gelisah juga berkecamuk di jiwa Peri Kasih karena
kejadian ini. Puteri Andien memang dikenal dengan sosknya yang tidak baik,
terkadang pun bersikap kasar tidak memperdulikan yang sedang ia caci maki.
Karena beliau adalah putri dari Raja Zaker, sifat Putri Andien memang sangat
jauh berbeda dengan Raja Zaker. Dengan alsan ini lah Peri Kasih harus menerima
pahit kelakuan kasar Putri Andien terhadap dirinya. Sikap putri Andien ini
terjadi setelah ibunya meninggal beberapa tahun lalu, semenjak saat itu sikap
Putri Andien berubah, Putri suka berkata kasar kepada Peri Pelayan kerajaan,
pemalas. Namun, Raja Zaker tidak menyadari sikap Puteri nya itu, karena pada
saat bersama Raja zaker Puteri bersikap lembut, sopan dan ramah tama terhadap semua Peri di kerajan.
“Selamat
pagi para Peri kerajaan” sapa Puteri Andien sambil tersenyum terhadap seluruh
Peri kerajaan saat berjalan bersama Raza Zaker menuju meja makan kerajaan.
“Selamat Pagi Yang Mulia Raja Zaker dan Yang Mulia Puteri Andien” sahut semua
Peri kerajaan. Sembaring menyantap hidangan di meja makan, Puteri Andi dan Raja
Zaker berbincang-bincang. “wahai Puteri ku sayang, Ayahanda ingin bertanya
sesuatu kepada mu, karena hal ini ayahanda sedikit gelidah”. Tanya Raja Kepada
puteri samb[l menatap Puteri nya. “Wahai Ayahanda, apa hal yang inging engkau
tanyakan?” sahut sang Puteri. “ Ayah mendapat laporan, jika dirimu bersikap
kasar terhadap Peri Kasih, benarkah demikian itu ?” “Uhuk,,,, uhuk,,, ( Puteri
tiba-tiba terbatuk mendengar pertanyaan sang Ayah), Maaf Ayahanda, saya tidak
pernah bersikap sekasar itu terhada orang yang lebih tua dari saya, karena sudah
sepatutnya saya menghormati orang tua terlebih lagi Peri Kasih sudah saya
anggap seperti sosok Ibu bagi saya. Ayahanda melihat sendiri bagaimana sikap
saya terhadap seluruh Peri dikerajaan ini ayah.” Jawaban sang Puteri sambil
meraih segelas air dihadapannya. “Syukurlah, teryata berita ini tidaklah benar
adanya”. Sahut sang Raja sembaring menatap ekspresi wajah sang Puteri. Banyak
hal yang mengganggu pikiran Raja Zaker salain permasalahn Kerajaan, salah
satunya masalah Puteri nya. Karena beberapa Peri kerajaan terpaksa
memberitahukan sikap Puteri kepada Raja, namun sampai saat ini Raja belum dapat
membuktikannya secara langsung. Hal ini lah yang membuat pikiran raja
berkecamuk. Setelah sarapan usai, Raja dan Puteri kembali melakukan aktivitas
mereka masing-masing.
Termenung
di kursi kerajaan, ini yang sedang dialami raja. Pikirannya berkata dan hati
menggumam. Memikirkan Puterinya. Sejenak termenung, tiba-tiba Raja mendapatkan
sebuah ide. Raja terpaksa melakukan ini untuk membuktikan semua isu tentang
Puteri nya ini. Hanya dengan cara ini
Raja bisa membuktikkannya sendiri.
***
“Pengawal….pengawal….”!!!
teriak sang raja memanggil pengawal kerajaan. “iya Yang Mulia, ada yang bisa
saya bantu Tuan?” jawab sang pengawal kepada Raja. “Perintahkan kepada seluruh
Peri kerajaan untuk berkumpul di Aula sekarang juga dan satu hal lagi
perintahkan kepada Puteri Andien untuk segera melaksanakan Les Ballet di
kerajaan tetangga kita yaitu Kerjaan Greenland” perintah sang Raja kepada
pengawal kerajaan. “baiklah yang Mulia, saya segerah melaksanakan perintah yang
Mulia” sahut sang pengawal sembaring berlalu meninggalkan Ruangan Raja Zaker.
Mendengar
perintah sang Raja para Peri bergegas menuju Aula kerajaan, dan sebaliknya
Puteri Andien bergegas pergi menuju kerajaan tetangga. Setelah semua Peri
kerajaan berkumpul Raja Zaker kemudian mucul dan duduk di kursi kehormatan Raja
didamping beberapa staf Kerjaan yang terkait. Suasana hening serta hikmat kala
menunggu Raja berbica hal apa yang kan disampaikan. “Maaf jika perintah saya
membuat semua Peri menjadi terganggu pekerjaannya serta merasa bingung. Tujuan
saya mengumpulkan seluruh Peri disini, karena saya ingin meminta bantuan semua
Peri Dikerajaan ini. Saya ingin melakukan sebuah siasat untuk mengetahui sikap Puteri saya selama ini
dan membuktikkan nya. Saya harap seluruh Peri dapat bekerjasama. Terimakasih”
perintah Raja kepada seluruh Peri kerajaan. Mendengar perintah Raja seluruh
Peri menjawab serentak “ Baik lah Raja kami siap membantu Raja”. Mendengar
jawaban para Peri, Raja tersenyum bahagia.
Setelah
les Ballet usai, kini saatnya bagi Puteri Andien kembali ke kerejaan Sun
Yellow. Setibanya di kerajaan bertapa terkejutnya Puteri melihat keadaan di
kerajaan, semua Peri tampak sedih bahkan beberapa dari mereka menangis
histeris, Puteri merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi, Puteri melangkah kan kaki nya menuju
kamara sang Raja. Dan setelah melihat kearah kerumunan, tiba-tiba kaki Puteri
merasa lemas dan badan mulai melemah seketika saat Puteri melihat sang Raja
telah berbaring di ranjang. Puteri berlari dan berteriak “Ayah……..!!! apa yang
terjadi kepada mu? Kenapa engkau pergi meninggalkan ku? Ayah jahat……!!!! Engkau
tak sayang kepada ku, dahulu ibunda yang pergi meninggalkan ku, kepana sekarang
Ayahanda harus pergi juga. Sungguh tidaklah adil ini Tuhan…..!!!. jerit sang
Puteri sambil mencoba menggoyangkan tubuh sang Raja berniat untuk
membangungkannya.
“Sudahlah
Puteri, ikhlas kan lah kepergian Raja, janganlah Puteri bersedih seperti ini,
biarkanlah Raja pergi dengan tenang.” Bujuk Peri Kasih kepada sang Puteri. “Apa
kata mu?! Segampang itukah kau berkata kepada ku? Aku sangat menyanggi
Ayahanda, aku tidak rela ia pergi secepat ini. Jaga ucapan mu Peri Kasih. Kau
tak usah berlagak peduli kepada ku. Pergi kau!”. Bentak sang Puteri dan
mendorong Peri Kasih hingga terjatuh. Melihat sikap Puteri yang kasar Peri lain
hanya bisa terdiam dan tertunduk tak bisa berbuat lebih. Peri Kasih menjauh
dari tempat tersebut dan berlalu meninggalkan Kamar raja.
(Bersambung)