Kamis, 26 Oktober 2017

Peran Guru Dalam proses Pembelajaran BAB 5

Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran.

Sosok guru adalah sosok yang pastinya sering kita temui dimagna-mana, di lingkungan timpat tinggal, anggota keluarga dan tentunya di sekolah-sekolah. Dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 pasal 1 dijabarkan tentang guru dan dosen. "Guru dan dosen adalah pendidik profesuonal dengan tugas utama mendidik,mengajar,membimbing,mengarahkan,melatih,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidik formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menegah."

Proses akan terjadi manakala terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan lingkungannya dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Hubungan timbal balik ini merupakan ini merupakan syarat terjadinya proses pembelajaran yang didalamnya tidak hanya menitik beratkan pada transfer of knowledge, akan juga transfer of value.

Guru berperan menyampaikan ilmu-ilmu yang dimiliki muridnya. Guru merupakan sumber belajar muridnya. Darilah, murid diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Serta dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru sebagai orangtua kedua yang ada disekolah setelah orangtua kandung dirumah.
Guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas. Sehingga berhasil tidaknya pendidikan mencapai tujuan selalu dihubungan dengan kiprah para guru. Oleh karena itu, usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya di mulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya adalah mengetahui dan mengerti peran dan fungsinya dalam proses belajar.

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

1. Guru sebagai Pendidik
Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang akan diajarkan. Akan tetapi, ia pun harus memiliki kepribadian yang kuat yang menjadikannya sebagai panutan bagi para siswa nya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru sebagai pendidik:
¤ guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai teladan bagi siswanya.
¤ guru adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
¤ guru harus mengenal muridnya.
¤ guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikkan indonesia, memberikan arah dalam memberikan bimbingan kepada siswa.
2. Guru sebagai pengajar.
Peran guru sebagai pengajar, kadang diartikan sebagai menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini, guru aktif menempatkan dirinya sebagai pelaku imposisi yaitu menuangkan materi ajar kepada siswa.

Speech Contest



Speech tak terduga

      

               Sunrise begins to appear, feels moist as it breathes in the air and the cool feeling feels piercing in the body. Something different this morning. Unusually, there are feelings that block, nervous, implied heart. This morning the girl will show her charm in front of crowds. Nerves not because she was afraid of reality, but she did not want to disappoint the best mandate she carries.

               Trying to brush off the feeling of nervousness occasionally she took a breath and was smothered to try to ignore the feeling he was experiencing. Slowly but surely he stepped her foot toward the place of the contest.When she arrived at the contest, she looked around at some of the students from various faculties already crowded the contest seats. He then stepped her foot toward the committee table to retrieve the queue number. Apparently she got the serial number 17.

               Each candidate represents the faculty. Without exception the cute girl named nunung representing faculty of teachers training and education. This event was welcomed by the Rector of Lancang Kuning University Pekanbaru. Anxiety anxiety increasingly raging during the contest has occurred. She prayed that all this could go smoothly. Great hope for the presence of friends arms he also need.

               She did not suspect and she did not expect, our comrade friends came to the contest to support her. A smile broke from his lips and a happy face was clearly visible to us. Arrived at his name to the stage of the contest, suddenly all of us shouted her name to encourage, this is a form of sense of participation, empathy and support of our fellow comrades.

               The heat and the sun was not a barrier for us, the sweat was not on me. We just focused on her speech. No interest as a vocation, just shout out the names we can give. Because the presence of friends in arms is more valuable than a bunch of flowers. Silent atmosphere when she started her speech. Word for word, we hear with wisdom tone. Our view was only aimed at him not because of his arrogance, but because of his courage against nerves standing on stage.

Setelah dia selesai berpidato, tepuk tangan gemuruh menggelegar. Senyum kebahagian dan juga rasa lega terlihat jelas diwajahnya. Ucapan serta jabat tangan kami berikan padanya. Dia merasa tak percaya dan juga bahagia kami hadir dan turut menyaksikan dia berpidato. Terbayar sudah rasa gugu nya dengan kehadiran kami.

Rabu, 25 Oktober 2017

Puisi Jiwa

MENIKAM

Sesak dihati ku
Resah dijiwa ku
Tak kusangka, tak ku duga
ini terjadi pada ku.

Senyum mu membius ku
Tawa mu mengkaku kan Ku
Tatapan mu melemahkan ku
Tingkah mu menikam ku

Tak ku rasa
Kehadiran mu didepan ku
menikam ku dibelakang ku
Oh tega nya dirimu

Tersadar aku
Setelah luka ini dalam
Luka dapat sembuh
Bekas tak dapat hilang


Lely_Sagita

Kamis, 19 Oktober 2017

Teori-teori belajar dan Aplikasi nya

        Teori-teori belajar dan Aplikasinya


Belajar merupakan suatu proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki sikap menjadi sikap benar, dan tidak trampil menjadi terampil melakukan sesuatu. Belajar tidak hanya sekedar memetakkan pengetahuan atau informasi yang disampaikan. Namun bagaimana melibatkan individ secara aktif membuat atau merevisi hasil belajar yang diterimanya menjadi suatu pengalaman yang bermanfaat bagi pribadinya. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang membantu individu belajar dan berinteraksi dengan sumber belajar dan lingkungan.

MACAM-MACAM TEORI-teori Belajar dan Pembelajaran.
1. Teori Klasik
2. Pengkondisian   klasik.
3. Gestalt

Teori-teori Belajar Proses.
1. Teori Skinner (pengkondisian Operan terdiri dari 2 konsep utama, yaitu penguatan terbagi kedalam penguatan positif dan penguatan negatif dan hukuman).
2. Teori Gagne (menurut Gagne belajar memberi konstribusi untuk mengembangkan tingkah laku adalah hasil dari efek belajar yNg kumulatif. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa belajar itu bukan proses tunggal. Belajar menurut Gagne tidak dapat didefinisikan degan mudah, karena belajar bersifat kompleks. Hasil belajar merupakan kapabilitas.
3. Teori Metakognisi adalah suatu kemampuan individu berdiri di luar kepalanya dan berusaha merenungkan cara dia berfikir atau merenungkan proses kognitif yang dilakukan. Pengetahuan e.takognisi melibatkan usaha monitoring dan refleksi pada pikiran seseorang pada saat sekarang.

Rabu, 18 Oktober 2017

PERI KASIH DI KERAJAAN SUN YELLOW


PERI KASIH DI KERAJAAN SUN YELLOW

I

Tangis Kebahagiaan

Embun pagi menyelimuti dedaunan dan pepohonan, sunrise mulai muncul dari persembunyiaannya serta kicau burung-burung bernyanyi dikala fajar menjelang. Suasana ini merupakan suasana kedamaian, keindahan dan ketenangan jiwa. Ini pertanda akan mulai nya hari untuk beraktivitas.  Memikirkan  perencanaan awal yang akan dilaksanakan selanjutnya, memulai dengan rasa senang di jiwa. Tak terkecuali Peri Kasih. Seperti biasannya, sebelum Peri Kasih berkerja di kerajaan Sun Yellow. Peri Kasih tak lupa dari peran nya sebagai seorang ibu dari anaknya. Ia melakukan pekerjaan rumah selayaknya seorang ibu. Mulai dari menyapu, mengepel lantai, hingga mengelap kaca. Bagi seorang Peri seperti Peri Kasih pekerjaan ini tidak lah sulit selama ia mempunyai alat-alat ajaib yang mempermudah pekerjaannya.

After the work at home has finished, it is time for the Fairy Kasih to carry out his second duties in the Sun Yellow Kingdom. The kingdom of Sun Yellow was led by the king named Zaker, King Zaker was known for his firm figure, generous and kind. So often elves feel happy working in the kingdom. Sun Yellow Kingdom is a fairy that works according to the skills of each fairy. In the eyes of the other Elves, the Fairy Kasih  were known for her diligent, kind and kind manner. So often other Fairies like to be friends with her.

“ Peri Kasih, walaupun usia sudah tidak muda lagi, tetapi ia sangat rajin dan cekatan” puji Peri Clauria Koki Kerajaan. “ Iya, kamu benar sekali Peri Clauria. Semanagat nya mengalakan peri-peri muda di kerajaan ini”. Sahut Peri Teryy  kepada Peri Clauria. Ungkapan kagum Peri-Peri Koki  di kerajaan. “Aku tak habis pikir terhadap semagat Peri Kasih, seharus nya diusia senja nya ini ia dapat bersantai dan menikmati hidup, tanpa harus bersusah payah seperti ini”. Gumam Peri Clauria sambal meracik bumbu masakan yang akan diolahnya. “ Hmmm…. Beberapa infomasi yang kudengar dari Peri-Peri lain, kabarnya ia semagat seperti itu semenjak ia kehilangan suaminya beberapa tahun silam. Jika ia tidak bekerja, ia tidak akan dapat memenuhi kebetuhannya.” Sahut Peri Terry sembaring mencuci piring dan gelas yang kotor di dapur kerajaan.

               So good was the figure of the Fairy Kasih that some Sun Buddhist residents were happy with her. The darkening day of the harbinger for the whole of the Royal Fairy was over. But, not for the Pixie Cousin he still had to complete some of his duties. He had to clean up some rooms in the kingdom and throw garbage before he returned home.

Upon arriving home, the feeling of longing enveloped the little heart of the Pixie of Love, the tears of unspoken longing of the mouth of the Pixie of Love. Only a prayer he can convey to God. The silence and longing for the companion of life can not touch and he felt again. Memory only as a reminder as well as a bidder from the taste of the missing.

“ Oh Tuhan, ku cinta dia, jaga lah ia disisi mu Tuhan”. Bisikan do’a di hati Peri Kasih kepada Tuhan. Tak banyak yang tahu perasaan Perih Kasih sebenarnya. Menyimpan kesedihan di balik senyum nya yang tersirat.“ Ibu, apakah yang mengganggu pikiran mu?  Apakah ibu sedang sakit?” Tanya peri kecilnya kepada sang bunda sambil  menatap wajah ibunda tercinta. “ ibu tidak sakit sayang, ibu baik-baik saja.”  Sahut sang ibu sambi tersenyum kepada peri kecilnya. “ Jika ibu baik, kenapa ibu menangis? Apakah ada yang menyakiti ibu di kerajaan? Jika ia tunjukkan kepada ku ibu, aku akan membuatnya menyesal karena telah membuat ibu menangis.” Ucap sang anak yang penasaran dan hampir terbawa emosi. “ Tidak sayang, tidak ada yang menyakiti ibu. Ibu menangis karena ibu bahagia memiliki peri kecil yang hebat seperti mu. Ini ungkapan bahagia ibu kepada Tuhan. Tidak selamanya ungkapan bahagia harus kita tampakkan dengan tertawa, tetapi menangis juga dapat kita ungkapan sebagai rasa bahagia kita sayang”. Sahut sang ibu sambil memeluk erat peri kecil tercintannya. Kegelapan semakin kian terasa. Waktu nya bagi Peri Kasih untuk istirahat memulihkan kondisi nya untuk beraktivitas ke esokkan harinya.

***

Bukan nyayian burung atau pun sunrise yang membangunkan tidur Peri Kasih, tetapi ada suatu hal yang membangunkan Peri Kasih. Ini adalah aroma masakan yang lezat berasal dari dapur Peri Kasih. Perlahan tapi pasti Peri Kasih menuju dapur dan mengintip di balik pintu dapur untuk memastikakn apa yang sedang terjadi. Peri Kasih terkejut bukan kepalang melihat peri kecil nya sedang memasak Soup Labu kesukaan Peri Kasih. Peri kecil tidak menyadari kehadiran ibundanya di balik pintu dapur. Ia memokuskan perhatiaan pada masakan yang sedang ia buat saat itu. Ini ia lakukan agar setiap bahan dan bumbu dapat tercapur dengan merata sehingga saat di santap akan menghasilkan rasa masakan yang dapat menggoyang lidah.

“ Hai, Sayang apa yang sedang kamu lakukan?”. Sapa ibunda kepada peri kecilnya.  “ibuuu… akkkkk akkuu sedang memasak Soup Labu kesukaan ibu.” Sahut sang anak sedikit terkejut atas sapaan sang ibunda. “wah,, peri kecil ibu memamg pandai sekali memasak, ini lah yang membuat ibu bahagia. Perhatian dan kasih sayang kamu lebih dari segalahnya di dunia peri ini sayang.” Puji sang ibunda sambal mengelus kepala peri kecilnya. “ ibu,,, juga sangat berharga dari segalanya, tanpa ibu aku tidak akan menjadi seperti ini bu. Kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan ibu selam ini tidak dapat aku balas dengan segunung emas dan permata, Ibu adalah segalahnya Aku sayang ibu “. Ucap peri kecil memeluk erat ibunda nya.

Memandang sekeliling ruangan tata ruangan berbeda suasannya. Ini semua  dilakukan peri kecil untuk memberikan kejutan kecil kepada sang ibunda. Hanya ini yang dapat ia lakukan, untuk membuat ibunda nya merasa bahagia. Bagi Peri Kasih menciptakan suasa bahagia tidaklah harus sulit atau mahal, cukup dengan kesederhanaan dan saling perhatian adalah kunci utama menciptakan kebahagian.

***

Sang Raksasa langit sudah mulai menampakan diri nya. Tiba waktunya bagi Peri Kasih berangkat menuju Seutai Harapan yaitu Kerajaan Sun Yellow. Terbang menyusuri hutan menembus awan dan menerpa angin menjadi keharusan bagi Peri Kasih untuk dapat sampai di Kerajaan Sun Yellow. Terkadang ada kesulitan yang di alami Peri Kasih, Karena alam tak dapat bicara tapi alam dapat memberi pertanda. Tak jarang Peri Kasih mengalami hambatan saat dalam perjalanan menuju Kerajaan, walaupun demikian ia tetap tak patah semangat melewati hambatan tersebut. Anggap nya hal ini harus memang kita nikmati baik itu dalam keadaan terpuruk sekali pun. Agar kita tidak manja pada keadaan yang terjadi.

Di kerajaan sudah tampak beberapa Peri sudah melakukan tugasnya. Tugas awal Peri Kasih menyapu halaman kerajaan dengan bantuan sapu ajaib semua dedaunan kering dan rating sudah tersapu dalam beberapa detik saja. Tugas kedua menanti Peri Kasih mengumpulkan sampah di setiap ruangan kerajaan. Tak butuh waktu lama semau pekerjaan dapat terselesaikan oleh Peri Kasih. Walaupun Peri Kasih memiliki semua alat ajaib bukan berati ia mengandalkan seluruhnya kepada alat-alat ajaibnya.

Walaupun Peri Kasih sering melakukan tugas nya, tak banyak yang peduli dengan nya. Bahkan beberapa peri-peri sering bersikap acuuh tak acuh padanya. Menganggap bahwa Peri Kasih hanaya bagian kecil, tidak terlalau di pentingkan. Padahal, tanpa Peri Kasih sudah pasti Kerajaan akan tampak kotor dan kumuh. “ Hai, Peri Kasih, ada kotoran cicak di atas meja saya. Kenapa kamu tidak membersihkannya?. Jika kamu masih ingin bekerja disini, laksanakanlah tugas mu yang benar!”. Ketus Puteri Andien.. Dengan wajah pucat dan badan sedikit gemetar, peri kasih menghampi dan segera membersikan kotoran tersebut. “Maaf kan saya Puteri Andien, saya tidak bermaksud melalaikan tugas saya, mungkin saja saat saya mengerjakan tugas yang lain, kotoran ini tiba-tiba jatuh, tanpa sepengetahuan saya.” Sahut peri Kasih memberi sambil membersikan kotoran tersebut. “ Wahai Peri Kasih, perlu kamu tahu saya tidak suka terhadap orang yang berkata dusta.” Ketus Puteri Andien terhadap Peri Kasih. Dengan senyuman ikhlas Peri Kasih berkata lembut kepada Puteri Andien. “Sungguh Puteri, saya tidak berkata dusta. Mohon maafkan saya atas kejadian ini”. “ Baiklah, kali ini saya memaafkan mu, tetapi jika ini terjadi lagi, saya akan melaporkan kepada Raja Zaker.” Ancam Puteri Andien kepada Peri Kasih. “Terimakasih Puteri, atas kebaikan hati Puteri kepada saya.” Sahut Peri Kasih dengan wajah yang sedikit cemas akan ancaman tersebut.

Rasa sedih mengiris hati, rasa gelisah juga berkecamuk di jiwa Peri Kasih karena kejadian ini. Puteri Andien memang dikenal dengan sosknya yang tidak baik, terkadang pun bersikap kasar tidak memperdulikan yang sedang ia caci maki. Karena beliau adalah putri dari Raja Zaker, sifat Putri Andien memang sangat jauh berbeda dengan Raja Zaker. Dengan alsan ini lah Peri Kasih harus menerima pahit kelakuan kasar Putri Andien terhadap dirinya. Sikap putri Andien ini terjadi setelah ibunya meninggal beberapa tahun lalu, semenjak saat itu sikap Putri Andien berubah, Putri suka berkata kasar kepada Peri Pelayan kerajaan, pemalas. Namun, Raja Zaker tidak menyadari sikap Puteri nya itu, karena pada saat bersama Raja zaker Puteri bersikap lembut, sopan dan ramah tama  terhadap semua Peri di kerajan.

“Selamat pagi para Peri kerajaan” sapa Puteri Andien sambil tersenyum terhadap seluruh Peri kerajaan saat berjalan bersama Raza Zaker menuju meja makan kerajaan. “Selamat Pagi Yang Mulia Raja Zaker dan Yang Mulia Puteri Andien” sahut semua Peri kerajaan. Sembaring menyantap hidangan di meja makan, Puteri Andi dan Raja Zaker berbincang-bincang. “wahai Puteri ku sayang, Ayahanda ingin bertanya sesuatu kepada mu, karena hal ini ayahanda sedikit gelidah”. Tanya Raja Kepada puteri samb[l menatap Puteri nya. “Wahai Ayahanda, apa hal yang inging engkau tanyakan?” sahut sang Puteri. “ Ayah mendapat laporan, jika dirimu bersikap kasar terhadap Peri Kasih, benarkah demikian itu ?” “Uhuk,,,, uhuk,,, ( Puteri tiba-tiba terbatuk mendengar pertanyaan sang Ayah), Maaf Ayahanda, saya tidak pernah bersikap sekasar itu terhada orang yang lebih tua dari saya, karena sudah sepatutnya saya menghormati orang tua terlebih lagi Peri Kasih sudah saya anggap seperti sosok Ibu bagi saya. Ayahanda melihat sendiri bagaimana sikap saya terhadap seluruh Peri dikerajaan ini ayah.” Jawaban sang Puteri sambil meraih segelas air dihadapannya. “Syukurlah, teryata berita ini tidaklah benar adanya”. Sahut sang Raja sembaring menatap ekspresi wajah sang Puteri. Banyak hal yang mengganggu pikiran Raja Zaker salain permasalahn Kerajaan, salah satunya masalah Puteri nya. Karena beberapa Peri kerajaan terpaksa memberitahukan sikap Puteri kepada Raja, namun sampai saat ini Raja belum dapat membuktikannya secara langsung. Hal ini lah yang membuat pikiran raja berkecamuk. Setelah sarapan usai, Raja dan Puteri kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.

Termenung di kursi kerajaan, ini yang sedang dialami raja. Pikirannya berkata dan hati menggumam. Memikirkan Puterinya. Sejenak termenung, tiba-tiba Raja mendapatkan sebuah ide. Raja terpaksa melakukan ini untuk membuktikan semua isu tentang Puteri nya  ini. Hanya dengan cara ini Raja bisa membuktikkannya sendiri.

***

“Pengawal….pengawal….”!!! teriak sang raja memanggil pengawal kerajaan. “iya Yang Mulia, ada yang bisa saya bantu Tuan?” jawab sang pengawal kepada Raja. “Perintahkan kepada seluruh Peri kerajaan untuk berkumpul di Aula sekarang juga dan satu hal lagi perintahkan kepada Puteri Andien untuk segera melaksanakan Les Ballet di kerajaan tetangga kita yaitu Kerjaan Greenland” perintah sang Raja kepada pengawal kerajaan. “baiklah yang Mulia, saya segerah melaksanakan perintah yang Mulia” sahut sang pengawal sembaring berlalu meninggalkan Ruangan Raja Zaker.

Mendengar perintah sang Raja para Peri bergegas menuju Aula kerajaan, dan sebaliknya Puteri Andien bergegas pergi menuju kerajaan tetangga. Setelah semua Peri kerajaan berkumpul Raja Zaker kemudian mucul dan duduk di kursi kehormatan Raja didamping beberapa staf Kerjaan yang terkait. Suasana hening serta hikmat kala menunggu Raja berbica hal apa yang kan disampaikan. “Maaf jika perintah saya membuat semua Peri menjadi terganggu pekerjaannya serta merasa bingung. Tujuan saya mengumpulkan seluruh Peri disini, karena saya ingin meminta bantuan semua Peri Dikerajaan ini. Saya ingin melakukan sebuah siasat  untuk mengetahui sikap Puteri saya selama ini dan membuktikkan nya. Saya harap seluruh Peri dapat bekerjasama. Terimakasih” perintah Raja kepada seluruh Peri kerajaan. Mendengar perintah Raja seluruh Peri menjawab serentak “ Baik lah Raja kami siap membantu Raja”. Mendengar jawaban para Peri, Raja tersenyum bahagia.

Setelah les Ballet usai, kini saatnya bagi Puteri Andien kembali ke kerejaan Sun Yellow. Setibanya di kerajaan bertapa terkejutnya Puteri melihat keadaan di kerajaan, semua Peri tampak sedih bahkan beberapa dari mereka menangis histeris, Puteri merasa bingung dengan apa  yang sedang  terjadi, Puteri melangkah kan kaki nya menuju kamara sang Raja. Dan setelah melihat kearah kerumunan, tiba-tiba kaki Puteri merasa lemas dan badan mulai melemah seketika saat Puteri melihat sang Raja telah berbaring di ranjang. Puteri berlari dan berteriak “Ayah……..!!! apa yang terjadi kepada mu? Kenapa engkau pergi meninggalkan ku? Ayah jahat……!!!! Engkau tak sayang kepada ku, dahulu ibunda yang pergi meninggalkan ku, kepana sekarang Ayahanda harus pergi juga. Sungguh tidaklah adil ini Tuhan…..!!!. jerit sang Puteri sambil mencoba menggoyangkan tubuh sang Raja berniat untuk membangungkannya.

“Sudahlah Puteri, ikhlas kan lah kepergian Raja, janganlah Puteri bersedih seperti ini, biarkanlah Raja pergi dengan tenang.” Bujuk Peri Kasih kepada sang Puteri. “Apa kata mu?! Segampang itukah kau berkata kepada ku? Aku sangat menyanggi Ayahanda, aku tidak rela ia pergi secepat ini. Jaga ucapan mu Peri Kasih. Kau tak usah berlagak peduli kepada ku. Pergi kau!”. Bentak sang Puteri dan mendorong Peri Kasih hingga terjatuh. Melihat sikap Puteri yang kasar Peri lain hanya bisa terdiam dan tertunduk tak bisa berbuat lebih. Peri Kasih menjauh dari tempat tersebut dan berlalu meninggalkan Kamar raja.





 (Bersambung)


Kamis, 12 Oktober 2017

Motivasi Belajar

A.Pengertian Motivasi

Istilah motivasi berpangkal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi kesiapsiagaan.

Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkkan tujuan dapat tercapai. Motivasi sangat diperlukan di dalam kegiatan belajar, tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar.

B. Fungsi Motivasi

Secara garis besar Oemar Hamalik (1992) menjelaskan ada tiga fungsi motivasi, yaitu:

1.Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2.Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3.Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

C.Stategi menumbuhkan motivasi belajar

Pembelajaran tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Dengan demikian, guru wajib berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Secara khusus guru perlu melakukan berbagai upaya secara nyata untuk meningkatkan motivasi belajar siswanya.

Ada beberapa strategi yang dapat dikembangkan dalam upaya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran, berikut ini:

1.Menjelaskan tujuan belajar ke siswa. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus (TIK) pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

2.Hadiah. Berilah hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Disamping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengajar siswa yang berprestasi.

3.Saingan/Kompetisi. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4.Pujian. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.

5.Hukuman. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.

6.Membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar. Stateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke siswa.

7.Membentuk kebiasaan belajar yang baik.

8.Membantu kesulitan belajar siswa secara individual maupun kelompok.

9.Menggunakan metode bervariasi.

10.Menggunakan media yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tiap siswa memiliki kemampuan indera yang tidak sama, baik pendengaran maupun penglihatannya, demikian juga kemampuan berbicara. Ada yang lebih senang membaca, dan sebaliknya. Dengan variasi penggunaan media, kelemahan indera yang dimiliki tiap siswa dapat dikurangi. Untuk menarik perhatian anak.

D.Macam-macam motivasi

Motivasi ada dua, yaitu (1) motivasi intrinsik dan (2) motivasi ekstrinsik, yang saling berkaitan satu dengan lainnya.

1.Motivasi intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni”, atau motivasi yang sebenarnya, yang timbul dari siswa, misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, mengembangkan sikap untuk berhasil, dan sebagainya.

2.Motivasi ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu. Motivasi ekstrinsik diperlukan di sekolah sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Kalau keadaan ini, siswa bersangkutan perlu dimotivasi agar belajar. Guru berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri.

E.Faktor-faktor yang mempengaruhi

a. Fisiologi, meliputi kondisi jasmaniah secara umum dan kondisi panca indra. Anak yang segar jasmaninya akan lebih mudah proses belajarnya. Anak-anak yang kekurangan gizi ternyata kemampuan belajarnya di bawah anak-anak yang tidak kekurangan gizi,kondisi panca indra yang baik akan memudahkan anak dalam proses belajar.

b. Kondisi psikologis, yaitu beberapa faktor psikologis utama yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah kecerdasan, bakat, minat, motivasi, emosi dan kemampuan kognitif.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Peran Guru Dalam proses Pembelajaran bab 5

Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran.

Sosok guru adalah sosok yang pastinya sering kita temui dimana-mana, di lingkungan timpat tinggal, anggota keluarga dan tentunya di sekolah-sekolah. Dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 pasal 1 dijabarkan tentang guru dan dosen. "Guru dan dosen adalah pendidik profesuonal dengan tugas utama mendidik,mengajar,membimbing,mengarahkan,melatih,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidik formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menegah."

Proses akan terjadi manakala terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan lingkungannya dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Hubungan timbal balik ini merupakan ini merupakan syarat terjadinya proses pembelajaran yang didalamnya tidak hanya menitik beratkan pada transfer of knowledge, akan juga transfer of value.

Guru berperan menyampaikan ilmu-ilmu yang dimiliki muridnya. Guru merupakan sumber belajar muridnya. Darilah, murid diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Serta dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru sebagai orangtua kedua yang ada disekolah setelah orangtua kandung dirumah.
Guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas. Sehingga berhasil tidaknya pendidikan mencapai tujuan selalu dihubungan dengan kiprah para guru. Oleh karena itu, usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya di mulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya adalah mengetahui dan mengerti peran dan fungsinya dalam proses belajar.

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

1. Guru sebagai Pendidik
Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang akan diajarkan. Akan tetapi, ia pun harus memiliki kepribadian yang kuat yang menjadikannya sebagai panutan bagi para siswa nya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru sebagai pendidik:
¤ guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai teladan bagi siswanya.
¤ guru adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
¤ guru harus mengenal muridnya.
¤ guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikkan indonesia, memberikan arah dalam memberikan bimbingan kepada siswa.
2. Guru sebagai pengajar.
Peran guru sebagai pengajar, kadang diartikan sebagai menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini, guru aktif menempatkan dirinya sebagai pelaku imposisi yaitu menuangkan materi ajar kepada siswa.