MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
TENTANG SUMBER-SUMBER BELAJAR

Dosen: Destina Kasriyati, M.Pd.
Disusun oleh :
Lely Anisyah Afrillia (1688203004)
Fitri Arifnur (1688203053)
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU
2017
DAFTAR
ISI
HALAMAN SAMPUL …………………………………………… |
i |
Daftar isi ………………………………………………………….. |
ii |
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………... |
1 |
Latar Belakang ………………………………………….....…….. |
1 |
BAB II PENDAHULUAN ………………………………………. |
2 |
Pengertian Sumber Belajar ……………………………………. |
2 |
Jenis-Jenis Sumber Belajar …………......……………………….. |
2 |
Manfaat dan Tujuan Sumber Belajar …………………………… |
4 |
Pemanfaatan lingkungan sebagai Sumber Belajar …………...... |
5 |
Fungsi Sumber belajar dalam pendidikan ……………………... |
6 |
Faktor yang mempengaruhi Sumber belajar ………………….. |
6 |
Kreteruia Memilih Sumber Belajar ……………………..………. |
7 |
BAB III PENUTUP…………………..........………………………. |
8 |
Ringkasan ……………………………………………………….... |
8 |
Referensi …………………………………………………………… |
9 |
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan usaha membudidayakan manusia atau memanusiakan manusia,
tetapi usaha dalam setiap pembaruan sistem pendidikan nasional masih terdapat
masalah yang paling menonjol yaitu tentang kualitas dan kuantitas pendidikan.
Kedua masalah ini sulit ditangani secara simultan sebab dalam upaya
meningkatkan upaya kualitas, maka masalah kuantitas terabaikan begitu juga
sebaliknya. Oleh karenanya masalah dalam dunia pendidikan tidak heran kalau
tidak pernah tuntas di mana pun, termasuk di negara yang sudah maju sekalipun.
Mengingat pendidikan selalu berkenaan dengan upaya pembinaan manusia, maka keberhasilan dalam pendidikan bergantung pada unsur manusianya. Guru merupakan unsur manusia yang paling menentukan berhasilnya dalam pelaksannan pendidikan. Sebagai ujung tombak, guru secara langsung berupaya membina, mempengaruhi dan mengembangkan kemampuan siswa agar terampil, cerdas, dan bermoral tinggi.
Proses belajar mengajar terjadi apabila ada interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Dalam interaksi tersebut guru memerankan fungsi sebagai pengajar atau pemimpin belajar atau fasilitator belajar, sedangkan siswa berperan sebagai pelajar atau individu yang belajar. Mengajar tidak semata-mata berorientasi kepada hasil, tetapi juga berorientasi pada proses dengan harapan makin tinggi prosesnya makin tinggi pula hasil yang dicapai.
Keberhasilan dalam pembelajaran tidak berjalan langsung tanpa adanya proses, melainkan seorang pendidik haruslah mengetahui berbagai macam faktor maupun unsur dalam pembelajaran itu sendiri. Sebab dengan mengetahui faktor-faktor tersebut kita dapat membenahi sikap, motivasi, konsentrasi serta penyimpanan hasil belajar itu sendiri. Sehingga dapat tercapai proses pembelajaran yang kondusif serta hasil belajar yang diinginkan. Berikut ini akan kami paparkan mengenai belajar dan pembelajaran definisinya maupun faktor serta unsur yang mempengaruhinya.
Mengingat pendidikan selalu berkenaan dengan upaya pembinaan manusia, maka keberhasilan dalam pendidikan bergantung pada unsur manusianya. Guru merupakan unsur manusia yang paling menentukan berhasilnya dalam pelaksannan pendidikan. Sebagai ujung tombak, guru secara langsung berupaya membina, mempengaruhi dan mengembangkan kemampuan siswa agar terampil, cerdas, dan bermoral tinggi.
Proses belajar mengajar terjadi apabila ada interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Dalam interaksi tersebut guru memerankan fungsi sebagai pengajar atau pemimpin belajar atau fasilitator belajar, sedangkan siswa berperan sebagai pelajar atau individu yang belajar. Mengajar tidak semata-mata berorientasi kepada hasil, tetapi juga berorientasi pada proses dengan harapan makin tinggi prosesnya makin tinggi pula hasil yang dicapai.
Keberhasilan dalam pembelajaran tidak berjalan langsung tanpa adanya proses, melainkan seorang pendidik haruslah mengetahui berbagai macam faktor maupun unsur dalam pembelajaran itu sendiri. Sebab dengan mengetahui faktor-faktor tersebut kita dapat membenahi sikap, motivasi, konsentrasi serta penyimpanan hasil belajar itu sendiri. Sehingga dapat tercapai proses pembelajaran yang kondusif serta hasil belajar yang diinginkan. Berikut ini akan kami paparkan mengenai belajar dan pembelajaran definisinya maupun faktor serta unsur yang mempengaruhinya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sumber
Belajar
Yang dimaksud
dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa
untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak
dicapai. Sumber belajar (resources) pada dasarnya dipakai dalam pendidikan atau
latihan sebagai suatu system yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi
yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar
secara individual.
Edgar Dale (1969) seorang ahli
pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah, ‘ segala sesuatu yang dapat
dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.’ Pendapat lain dikemukakan
oleh Association Educational Comunication and Tehnology AECT (1977) yaitu ‘
berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat
digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi
sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Kedua pengertian tersebut
menunjukkan bahwa pada hakikatnya sumber belajar begitu luas dan kompleks,
lebih dari sekedar media pembelajaran. Segala hal yang sekiranya diprediksikan
akan mendukung dan dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat
dipertimbangkan menjadi sumber belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah
satu-satunya sumber tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar
lainnya.
Dengan demikian dapat
disimpulakan bahwa Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik
berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik
dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga
mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai
kompetensi tertentu.
B. Jenis-jenis Sumber Belajar
Jika sumber belajar
diklasifikasikan menurut jenis sumber belajarnya, maka akan tersusun sebagai berikut:
Ø Pesan
(massage), informasi yang harus disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide,
fakta, pengertian dan data. Contoh: Bahan-bahan pelajaran (sumber belajar yang
dirancang), cerita rakyat, dongeng, nasehat (sumber belajar yang dimanfaatkan).
Ø Manusia
(people), orang yang menyimpan informasi atau menyalurkan informasi. Tidak
termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan pengelolaan sumber belajar.
Contoh: guru, actor, siswa, pembicara, pemain tidak termasuk teknisi dan tim
kurikulum (sumber belajar yang dirancang), narasumber, pemuka masyarakat,
pimpinan kantor, responden (sumber belajar yang dimanfaatkan).
Ø Bahan
(material), Sesuatu, bisa disebut media/software yang mengandung pesan untuk
disajikan melalui pemakaian alat. Contoh: transparansi, film, slides, tape,
buku, gambar (sumber belajar yang dirancang), relief, candi arca, peralatan
teknik (sumber belajar yang dimanfaatkan).
Ø Peralatan
(device), sesuatu yang bisa disebut media/hardware yang menyalurkan pesan untuk
disajikan yang ada didalam software. Contoh: OHP, proyektor slides, film, TV,
kamera, papan tulis (sumber belajar yang dirancang), generator,
mesin, alat-alat, mobil (sumber belajar yang
dimanfaatkan).
Ø Teknik/metode
(technique), prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran,
peralatan, situasi dan orang untuk menyampaikan pesan. Contoh: ceramah,
diskusi, sosiodrama, simulasi, kuliah, belajar mandiri (sumber belajar yang
dirancang), permainan, percakapan (sumber belajar yang dimanfaatkan).
Ø Lingkungan
(setting), situasi sekitar dimana pesan disalurkan/ditransmisikan. Contoh:
ruangan kelas, studio, perpustakaan,lauditorium, aula (sumber belajar yang
dirancang), taman, kebun, pasar, museum, toko (sumber belajar yang
dimanfaatkan).
Dalam pengembangannya, sumber
belajar terdiri dari dua macam, diantaranya:
Ø Sumber
belajar yang dirancang atau dipergunakan untuk membantu belajar mengajar
(learning resources by design) sumber belajar yang dikembangkan sebagai komponen sistem
instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat
formal. buku, brosur, ensiklopedi, film, video, tape, slides, film strips, OHP.
Ø sumber
belajar yang dimanfaatkan guna memberikan kemudahan kepada seseorang dalam
belajar berupa segala macam sumber belajar yang ada disekelilingnya. Sumber
belajar tersebut tidak dirancang untuk kepentingan tujuan suatu kegiatan
pengajaran yang disebut (learning resources by utilization): pasar, toko,
museum, tokoh masyarakat, taman.
C. Manfaat dan Tujuan Sumber Belajar
Perkembangan
sumber belajar dari waktu ke waktu mengalami metamorfosis yang makin
mempermudah proses belajar, ini disebabkan perkembangan zaman yang semakin
modern menuntut dunia pendidikan untuk mengalami pergantian system dalam
pengadaan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan manusia.
Sebelum
teknologi canggih dikenal, sumber belajar awalnya dimulai dari sumber belajar
pra-guru, yakni sumber belajar yang belum mengandalkan tenaga guru dalam proses
belajarnya, kemudian setelah itu muncullah guru sumber belajar utama dalam
proses belajar mengajar, memberikan pengajaran dalam proses belajar yang sudah
berkompeten dalam menangani kegiatan belajar mengajar, dengan adanya guru
sebagai sumber belajar utama tidak cukup optimal tanpa sebuah alat bantu sumber
belajar yang lain, maka guru membutuhkan sebuah alat bantu berupa buku atau
media cetak lainnya untuk mensukseskan proses pembelajaran. Dengan perkembangan
zaman yang semakin maju dalam hal teknologi seperti saat ini, proses belajar
tak lagi mengandalkan guru, media cetak atau sumber belajar lainnya. Kini
teknologi informasi yang semakin canggih mampu membantu segala kegiatan manusia
termasuk dalam proses belajar mengajar. Adapun manfaat dan tujuan dari sumber
belajar itu sendiri adalah:
Ø Selama
pengumpulan informasi terjadi kegiatan berpikir yang kemudian akan menimbulkan
pemahaman yang mendalam dalam belajar (McFarlane, 1992).
Ø Mendorong
terjadinya pemusatan perhatian terhadap topic sehingga membuat peserta didik
menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu
(Kulthan, 1993).
Ø Meningkatkan
ketrampilan berpikir seperti keterampilan dalam memecahkan persoalan.
D. Pemanfaatan Lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan
merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai
yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat
memperkaya bahan dan kegiatan belajar. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan
sebagai sumber Belajar terdiri dari
Ø Lingkungan
sosial
Lingkungan
sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan
sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang
gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta
alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
Pemanfaatan
lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta
didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan
dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan
apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran
dengan menggunakan alam terbuka.
Di samping
itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke
dalam kelas, seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di
dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan
efektif, maka perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta
tindak lanjutny
Ø lingkungan
fisik (alam)
Lingkungan
alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti
sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan), tumbuh-tumbuhan dan hewan
(flora dan fauna), sungai, iklim, suhu, dan sebagainya.Lingkungan alam sifatnya
relatif menetap, oleh karena itu jenis lingkungan ini akan lebih mudah dikenal
dan dipelajari oleh anak. Sesuai dengan kemampuannya,
anak dapat
mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk juga proses terjadinya.Dengan mempelajari lingkungan alam
ini diharapkan anak akan lebih memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam
kehidupannya sehari-hari, lebih dari itu diharapkan juga dapat menumbuhkan
kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, dan mungkin juga anak bisa turut
berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam.
E. Fungsi Sumber Belajar Dalam Pendidikan
Sumber belajar memiliki fungsi :
Ø Meningkatkan
produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan
membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi
beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan
mengembangkan gairah.
Ø Memberikan
kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a)
mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan
kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
Ø Memberikan
dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan
program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan
pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
Ø Lebih
memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber
belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
Ø Memungkinkan
belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran
yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; (b)
memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
Ø Memungkinkan
penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu
menembus batas geografis.
F.
faktor yang mempengaruhi sumber belajar
Ø Perkembangan
teknologi. Dewasa ini sejalan dengan perkembangan zaman maka muncullah berbagai
sumber belajar modern yang bisa dimanfaatkan jasanya seperti halnya film,
slides, film strips yang bisa digunakan sebagai sumber belajar yang dirancang.
Demikian pula dengan sumber belajar yang tidak dirancang seperti wawancara
dengan narasumber dapat menggunakan teknik rekaman melalui fotografi, video
atau audio.
Ø Nilai-nilai
budaya setempat. Sering ditemukan bahan yang diperlukan sebagai sumber belajar
yang dipengaruhi oleh budaya setempat, diantaranya nilai-nilai budaya yang
diyakini oleh masyarakat setempat. Seperti tempat bekas peninggalan upacara
ritual pada masa lampau yang masih dianggap tabu oleh masyarakat setempat untuk
dikunjungi akan sulit dipelajari atau diteliti sebagai sumber belajar.
Ø Keadaan
ekonomi pada umumnya. Sumber belajar juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang
mempengaruhi sumber belajar dalam hal upaya pengadaannya, jenis atau macamnya.
Seperti: lembaga pendidikan mengadakan beberapa sumber belajar dalam jumlah
yang cukup memadai dan bervariasi. Hal ini pastinya membutuhkan dana yang cukup
besar dan tidak murah. Maka dari itu, kebutuhan dan pemanfaatan sumber belajar
disesuaikan dengan keadaan ekonomi lembaga tersebut.
Ø Keadaan
pemakai. Pemakai sumber belajar memegang peran penting karena pemakailah yang
memanfaatkan sumber belajar, seperti halnya: bagaimana latar belakang dan
pengalaman pemakai, bagaimana motivasi pemakai, apa tujuan pemakai memanfaatkan
sumber belajar.
G. Ktiteria Memilih Sumber Belajar
Dalam memilih
sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
Ø Ekonomis:
tidak harus terpatok pada harga yang mahal
Ø Praktis:
tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka
Ø Mudah:
dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita;
Ø Fleksibel:
dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan
Ø Sesuai
dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan
motivasi dan minat belajar siswa.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sumber belajar (learning
resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang
dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun
secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan
belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Secara garis besarnya, terdapat
dua jenis sumber belajar yaitu:
- Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
- Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sumber belajar memiliki fungsi :
Ø Meningkatkan produktivitas pembelajaran
dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan
waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan
informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
Ø
Memberikan
kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a)
mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan
kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
Ø
Memberikan
dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program
pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang
dilandasi oleh penelitian.
Ø Lebih memantapkan pembelajaran, dengan
jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan
bahan secara lebih kongkrit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar